melelahkan tapi menyenangkan.

Udara segar langsung menyentuh kulit begitu menginjakkan kaki di Malang.  Sejenak ku terdiam untuk menikmati segarnya udara disini,, lalu dengan semangat ’45 *lebay langsung ku cari angkot AG untuk menuju ke rumah si mbah.
Setelah menunggu beberapa menit, angkot pun akhirnya berangkat, mulai berjalan menyusuri kota Malang yang gak terlalu padet, dengan gumpulan awan mendung pekat dan udara yang terasa semakin dingin. Heemmm,,senangnya bisa berada di kota dingin ini. Suasana yang disuguhkan sangat berbeda dengan Bali, serasa nyaman, sejuk, adem, one of my favorite place *-*

Setelah ber-istirahat sejenak, yang ada di pikiranku saat itu adalah daftar ulang, tapi gumpulan awan mendung pekat mulai menitikkan titik-titik hujan. Karena adek sepupu yang kebetulan gak da kuliah udah terlanjur jemput buat ke UB, akhirnya nekat menerobos hujan yang semakin deras, alhasil jadi basah kuyup tapi untung aja file2 bisa terselamatkan. fiuhh..
Batal mau daftar ulang, apa boleh buat, nungguin hujan sampe reda,,

Dan ternyata setelah aku ingat lagi, aku bawa celana jeans cuman satu, baju yang dibuat daftar ulang bawa cuma satu (baju yang lain cuma bawa kaos buat pulang) kerudung item juga cuma bawa satu,,hwaaa. trus besok aku pake apa.? mana sepatu juga basah kuyup..
baju tidur pun akhirnya aku pinjem tante,, *thanks ya te

Malemnya, dengan sedikit harapan aku berjalan menuju warnet. Berharap bisa registrasi online dan besoknya tinggal ke UB. Tapi ternyataa, di salah satu isian ditanyakan golongan darah,, Oh My God, aku gak tau golongan darahku, gak mungkin kan klo aku ngarang.? kalo gak diisi juga registrasinya juga gak bisa dilanjutin. Kalo gini, mau gak mau terpaksa aku besok harus periksa darah dulu.

Besoknya, berhubung mas lagi kuliah, kembaran juga lagi kuliah, adek sepupu juga kuliah, dan tidak ada yang bisa nemenin. Akhirnya, muterin Malang naik angkot+jalan kaki seorang diri. (“,)
Berbekal baju sedikit basah akibat keujanan kemaren dan juga sepatu yang masih sedikit basah, aku beranikan diri untuk menerobos dinginnya Malang yang masih mendung dan mungkin akan datang hujan, berjalan menuju Poliklinik yang kebetulan tidak terlalu jauh. Tapi ternyata setelah aku tanya ke Bapak petugasnya di Poliklinik ini tidak bisa periksa golongan darah, disarankan langsung ke PMI, di Jalan Buring, dimana lagi itu.?

Setelah tanya sana sini, akhirnya dengan angkot LDG aku menuju PMI di Jalan Buring seperti yang dibilang Bapak petugas Poliklinik tadi, tapi setelah aku bilang mau turun PMI di Jalan Buring ke bapak sopir eh, si bapak sopirnya malah bilang “waduh, saya juga baru disini, jadi gak begitu hapal” gubraakk,, tapi setelah tengok kanan kiri jalan, ketemu juga PMI.
Dengan membayar sepuluh ribu rupiah, aku tau golongan darahku, yaitu AB (ikut golongan darah bapak). hehe,,

Selesai periksa golongan darah aku bingung mau kemana, awan mendung pekat mulai menitikkan titik-titik hujan, but the show must go on, akhirnya aku putuskan naik LDG karena angkotnya yang lewat cuman LDG. *masi belum tau mau kemana*
Baru beberapa meter angkot itu jalan, naiklah seorang cowok yang menurut aku wajahnya mengerikan. Berhubung di angkot itu cuman ada pak sopir bersama dua penumpang *termasuk aku dan karena otakku yang berpikir terlalu berlebihan, takutnya malah diapa-apain, akhirnya aku putusin untuk turun aja.
Setelah tolah toleh dan tanya pada mbak dalam konter *thanks ya mbak, aku berhasil nemuin warnet buat registrasi online dan sekarang aku sedang berada di Jalan Simpang Ijen. ^^!

Puas dengan registrasi online dan nge-print form-nya, aku putuskan buat balik ke rumah mbah buat merapikan file dan minta tanda tangan tante. (dan sekali lagi, tanya angkot apa yang menuju alun2 sama mbak yang kelihatannya mau menyebrang jalan.thanks mbak *.* )

GL, angkot yang kutumpangi untuk balik ke rumah mbah. Karena masih ada dokumen yang kurang, ku langkahkan kakiku lagi menyusuri jalan yang sedikit basah dan mendung menuju kantor pos.
Sudah tak kurasakan dinginnya udara atau karena bajuku yang masih sedikit basah. Hari ini harus selesai, cayooo, ^^

Mendung sudah mulai menjauh, dengan angkot LDG aku berhasil mencapai Poltek bertemu kembaranku-Tifa buat ambil fc kwitansi SPP *untuk kelengkapan registrasi

Matahari semakin bersinar terang. Banyak kendaraan lalu lalang. Kuseret langkahku untuk sampai di UB. Tak terasa peluh keringat pun jatuh. Dan aku masih harus berjalan beberapa meter untuk menemukan gedung tempat daftar ulang.
Sebelum daftar, aku masih harus test kesehatan di Poliklinik yang letaknya di depan kampus. Kuseret lagi langkah untuk mencapai sana. Alhamdulillah, test kesehatan lancar.
Kuseret lagi langkahku untuk balik ke gedung pendaftaran. Setelah menyelesaikan dokumen2 yang diperlukan, kupaksakan lagi kakiku untuk naik ke lantai tiga untuk foto.
Alhamdulillah masih diberi kekuatan, Akhirnya beres juga urusan daftar ulang ini.

Akhirnya aku bisa berjalan keluar gedung dengan lega. Duduk di pinggir taman dan memperhatikan sekeliling, sekalian istirahat sebentar.
Kalo aku lihat, hampir semua calon mahasiswa yang daftar ulang diantar sama orang tua mereka masing-masing, bahkan ada yang berame-rame, kelihatannya bersama ibu dan pamannya juga.
Ini membuatku berfikir, mereka sudah hampir menjadi mahasiswa, tapi daftar ulang masih saja diantar oleh orang tua mereka.? Apa nanti kalo mau test kerja juga diantar dan ditunggui orang tua mereka.? kalo cuma diantar sih, ok. Tapi klo di tungguin juga.? hah.?

kalau dipikir pikir nih,

  • dulu sewaktu aku lulus SD dan mau masuk SMP-pun aku tidak diantar orang tuaku untuk daftar di SMP, dan hampir semua temanku diantar orang tua mereka,
  • masuk SMA juga sendiri,
  • saat aku mendaftar di SMK Telkom Malang, aku berangkat test hanya bersama kembaranku dan teman. Daftar ulang pun juga sendiri, cari kos juga sendiri. Temanku yang lain, banyak sekali yang ditungguin waktu test, apalagi daftar ulang. Cari kost pun juga ada yang masih harus persetujuan ortu, takut gak sehat lah, ini lah, itu lah.
  • dan kadang ortunya temanku bisa sampe lima kali sebulan mengunjungi mereka. Lucunya orang tuaku juga jarang banget mengunjungi kost ku. Selama tiga tahun di Malang, Bapakku mengunjungi kost gak sampai lima kali mungkin, dan Ibuku kalo gak salah cuma satu kali mengunjungi kosku. ^^.

Karena dari kecil sudah terbiasa, selama bisa dikerjakan sendiri, ya kerjakan. Kecuali, hal yang gak bisa aku kerjakan sendiri. Aku gak tau sih, mungkin cara didik masing-masing orang tua juga berbeda.

Pikiranku dibuyarkan oleh suara yang nyaring dalam perutku dan aku pun baru sadar klo dari tadi pagi belum makan sama sekali.

Mamiii aku lapeerr,,

Advertisements

~ by tita on May 30, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: